Inisiatif FKUB Sulteng Libatkan Pemuda Lintas Agama Diapresiasi Jamaah Haul Guru Tua ke 58
FKUB Sulteng melibatkan pemuda lintas agama melayani jamaah haul guru tua ke 58 tahun 2026
PALU, FKUB SULTENG – Kehadiran Posko Persaudaraan dan Kerukunan yang diinisiasi Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sulawesi Tengah mencuri perhatian ribuan jamaah Haul Guru Tua ke-58.
Posko ini dinilai unik karena melibatkan pemuda-pemudi dari berbagai latar belakang agama untuk melayani kebutuhan logistik jamaah yang datang dari berbagai daerah.
Pantauan di lokasi menunjukkan pemandangan yang menyejukkan. Di tengah padatnya arus jamaah, tampak para pemuda dengan atribut khas Hindu bersanding dengan pemuda Kristen, Katolik, dan Buddha.
Mereka tampak kompak menyapa dan mengajak para jamaah untuk mampir menikmati hidangan makanan serta minuman gratis yang disediakan.
Hartati, salah satu jamaah haul, menyampaikan apresiasi mendalam atas hadirnya posko ini.
Menurutnya, pemandangan tersebut menggambarkan wajah harmonis Sulawesi Tengah yang sebenarnya.
"Saya mengapresiasi keterlibatan pemuda lintas agama di posko ini. Kita umat beragama saling support. Meskipun berbeda agama, kita harus tetap menjaga silaturahmi yang baik di momen Haul Guru Tua ini," ujar Hartati.
Nada serupa disampaikan seorang jamaah asal Palolo, Kabupaten Sigi. Ia mengaku terkesan melihat kegiatan yang identik dengan ritual umat Islam namun justru disemarakkan oleh keterlibatan aktif pemuda lintas iman.
"Ini sangat unik dan menjadi contoh baik bagi kita semua," katanya.
Sementara itu, Rahmawati, jamaah asal Kota Palu, merasa sangat terbantu dengan inisiatif tersebut.
"Masya Allah, keterlibatan pemuda lintas agama membagikan makanan dan minuman gratis ini sangat membantu jamaah haul," tuturnya.
Ketua FKUB Sulteng, Prof. Dr. KH. Zainal Abidin, M.Ag, menjelaskan bahwa kehadiran posko ini merupakan bentuk partisipasi aktif FKUB dalam menyemarakkan haul ulama besar pendiri Alkhairaat tersebut.
Prof. Zainal menegaskan bahwa dengan melibatkan pemuda lintas agama serta para pelopor kerukunan dunia maya, FKUB ingin menampilkan wajah harmoni di tengah keberagaman Indonesia.
"Posko persaudaraan dan kerukunan ini melibatkan pemuda lintas agama dalam melayani jamaah. Ini menjadi simbol semangat kebersamaan kita," jelas Prof. Zainal.
Tokoh moderasi beragama nasional ini menambahkan bahwa aksi nyata tersebut merupakan jembatan untuk memperkuat ikatan persaudaraan antarumat.
"Posko ini adalah wujud nyata semangat kolaborasi dalam menciptakan kedamaian dan memperkuat kerukunan umat beragama," pungkasnya. ***