Ketua FKUB Sulteng saat melakukan kunjungan ke gereja Bala Keselamatan di Desa Maranatha, Kabupaten Sigi pada Senin 22 Desember 2025.
Pesan Sejuk Prof Zainal Abidin di Gereja BK Maranatha Sigi : 'Bukan Saudara Seiman, Berarti Saudara Sekemanusiaan'
SIGI, FKUB SULTENG - Muhibbah Kerukunan, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Sulawesi Tengah di Gereja Bala Keselamatan Desa Maranatha, Kecamatan Dolo, Kabupaten Sigi, pada Senin 22 Desember 2025 dibanjiri pertanyaan dari para jemaat.
Mereka begitu antusias mengikuti dialog bersama dengan Ketua FKUB Provinsi Sulteng, Prof. Dr. KH. Zainal Abidin, M.Ag. Dialog ini juga dihadiri Wakil Ketua FKUB Sulteng, Herson Jangkuton, S.Th., M.Th dan para pengurus lainnya.
Dialog yang dimoderatori Sekretaris FKUB Sulteng, Dr. H. Muh Munif Godal, MA itu dihadiri Opsir Korps 1 Gereja Bala Keselamatan, Mayor William Guntur Haku dan puluhan jemaat gereja Bala Keselamatan.
Sebelum dialog dibuka, Koordinator Muhibbah Kerukunan Sigi, Frangky Waleleng, S.Th., M.Th menjelaskan kepada para jemaat jika muhibbah kerukunan ini merupakan salah satu program FKUB Sulteng dengan berkunjung ke berbagai agama untuk membangun komunikasi yang baik dan kebersamaan di tengah keberagaman.
Melalui program muhibbah kerukunan ini, Frangky Waleleng menjelaskan bertujuan untuk penguatkan kerukunan dan keharmonisan di tengah-tengah umat sehingga tidak terjadi kesalahpahaman dalam menjalankan kehidupan beragama di negeri ini.
Ketua FKUB Sulteng, Prof. Dr. KH. Zainal Abidin, M.Ag mengatakan, seluruh umat manusia ini adalah bersaudara. Sehingga sebagai sesama saudara sudah seharusnya seluruh umat hidup berdampingan dengan rukun dan damai.
Hal itu sejalan juga dengan salah satu quotes Prof Zainal yang mengutip ucapan Ali bin Abi Thalib. Disebutkan bahwa, jika dia bukan saudaramu seagama, maka yakinlah bahwa dia saudaramu sekemanusiaan.
"Kita ini, kalau tidak saudara karena agama, tetapi kita bersaudara karena kita sama-sama manusia. Ini yang mau kita kedepankan. Ini yang selalu kita kumandangkan. Bahwa kalau anda bukan saudara saya seagama, anda adalah saudara saya karena kita sama-sama ciptaan Tuhan," kata Prof Zainal Abidin.
Cara berpikir seperti inilah kata Prof Zainal Abidin yang perlu diketahui seluruh umat manusia. Sebab tidak akan mungkin memaksakan orang untuk meyakini satu agama saja.
Yang perlu difahami adalah, orang yang berbeda agama dengan kita itu bukan musuh melainkan tetap merupakan saudara yang harus saling menjaga, saling melindungi dan saling menghormati dan menghargai.
"Kalau cara berpikir seperti ini yang terus kita kumandangkan, kita sosialisasikan di tengah masyarakat dan jemaat. Maka saya yakin, kerukunan, kedamaian akan terwujud di mana saja kita berada," jelasnya.
Kegiatan ini ditutup dengan dialog dan diskusi dengan para jemaat. Dalam sesi dialog ini, para jemaat sangat antusias, terlihat dengan banyaknya pertanyaan yang dilontarkan jemaat kepada Prof Zainal Abidin. ***
Penulis : Safrudin
Foto : Mansur