Jadi Pembicara di Hadapan ASN Donggala, Ketua FKUB Sulteng, Prof Zainal Abidin Bedah Esensi Moderasi sebagai Sebagai Benteng Persatuan
Ketua FKUB Sulteng, Prof Zainal Abidin bersama Sekretaris FKUB Sulteng, Dr. H. Munif M Godal, MA bersama Sekda Donggala, Dr. H. Rustam Effendi, S.Pd., M.AP
FKUB SULTENG – Aula Kasiromu Kantor Bupati Donggala menjadi ruang pertemuan kebangsaan saat para Aparatur Sipil Negara (ASN) dari lintas sektor berkumpul untuk membedah strategi penguatan ideologi negara, Rabu (15/7/2026).
Lewat kerja sama antara Badan Kesbangpol Donggala dan FKUB Provinsi Sulawesi Tengah, sosialisasi bertajuk "Mewujudkan ASN Donggala sebagai Pelopor Moderasi Beragama dan Penjaga Kerukunan" sukses digelar.
Tokoh moderasi beragama terkemuka, Prof. Dr. KH. Zainal Abidin, M.Ag, didaulat menjadi pembicara kunci untuk mengurai peta jalan penerapan moderasi di lingkungan birokrasi.
Prof. Zainal Abidin menyampaikan bahwa keberagaman adat dan keyakinan di Indonesia memerlukan kedewasaan cara pandang, terutama dari mereka yang digaji oleh negara untuk melayani rakyat. ASN tidak boleh terjebak dalam eksklusivisme kelompok.
“Penguatan moderasi beragama menjadi sangat penting untuk merawat harmoni sosial di tengah masyarakat yang majemuk. Nilai-nilai tersebut menjadi benteng kokoh dalam mencegah berkembangnya paham intoleransi dan ekstremisme yang berpotensi mengganggu stabilitas dan persatuan bangsa,” urai Guru Besar UIN Datokarama Palu tersebut.
Ia menambahkan, ASN yang moderat akan melahirkan kebijakan dan pelayanan yang ramah bagi semua golongan, sehingga meminimalisasi potensi gesekan horisontal di tengah masyarakat.
Ikhtiar bersama ini diapresiasi positif oleh jajaran pemerintah daerah yang dihadiri langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Donggala, H. Rustam Efendi, bersama para kepala dinas dan pejabat lainnya.
Prof. Zainal menegaskan, FKUB Sulteng siap mendampingi Pemkab Donggala secara berkelanjutan dalam menyusun formula edukasi dan pembinaan karakter ASN.
Langkah kolaboratif ini dinilai sebagai investasi sosial yang sangat mahal harganya demi mewujudkan tatanan masyarakat Donggala yang rukun, damai, dan tetap kokoh memegang teguh prinsip kebhinekaan. ***