FKUB SULTENG

Gelar Rakor Bersama FKUB Kabupaten/Kota, Prof Zainal Abidin Minta Pengurus Daerah Jadi Motor Penggerak Kerukunan

01 Nov 2026 • safrudin
👁 22 • 💬 0

Gelar Rakor Bersama FKUB Kabupaten/Kota, Prof Zainal Abidin Minta Pengurus Daerah Jadi Motor Penggerak Kerukunan

FKUB SULTENG – Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Sulawesi Tengah, Prof. Dr. KH. Zainal Abidin, M.Ag., mengingatkan pentingnya seluruh pengurus FKUB Kabupaten dan Kota seSulawesi Tengah untuk mengambil peran nyata sebagai pelopor dan motor penggerak kerukunan di wilayah masing-masing.

Pesan tegas tersebut disampaikan Prof Zainal Abidin saat memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) pengurus FKUB seSulteng yang digelar secara virtual melalui Zoom meeting pada Sabtu, 31 Oktober 2026.

Rakor yang mengusung tema "Memperkuat Sinergi dan Kolaborasi Pengurus FKUB Dalam Merawat Kerukunan, Memelihara Toleransi dan Mewujudkan Masyarakat yang Harmonis" ini diikuti oleh jajaran pengurus FKUB dari 13 kabupaten dan kota.

"Jika seluruh FKUB Kabupaten dan Kota seSulawesi Tengah menjadi motor penggerak kerukunan. Sehingga ketika kita bicara tentang kerukunan, toleransi dan kedamaian, FKUB yang jadi penggeraknya. Sehingga kita menjadi pioneer toleransi kerukunan di Sulawesi Tengah," kata Prof Zainal Abidin.

Di hadapan para peserta rakor, Prof Zainal mengaku sangat memahami tantangan besar yang dihadapi pengurus FKUB di tingkat daerah, terutama terkait keterbatasan anggaran akibat kebijakan efisiensi.

Menurutnya, kondisi tersebut tidak hanya dialami di daerah, tetapi juga berdampak pada operasional FKUB Provinsi Sulteng.

Guna mengatasi hambatan tersebut, Rais Syuriyah PBNU ini menyarankan agar pengurus daerah terus proaktif membuka ruang-ruang kerja sama dengan berbagai pihak luar, sebagaimana strategi yang telah diterapkan oleh FKUB Provinsi.

"Tentu kita bisa bekerja sama dengan berbagai pihak. Sinergi seperti inilah yang kita harapkan juga. Yang minim atau anggarannya terbatas bisa bekerja sama dengan berbagai pihak," jelasnya.

Selain itu, Prof Zainal juga menekankan krusialnya membangun komunikasi yang erat dan seirama dengan pemerintah daerah setempat. Hal ini penting agar program kerja FKUB dapat selaras, berdampak langsung, serta mendapat dukungan penuh dari Pemda.

"Saya kira pengurus perlu menawarkan ide program kepada pemerintah serta berkontribusi dalam kegiatan-kegiatan daerah. Ini menandakan kita ingin berkolaborasi. Sehingga yang kelihatan ialah agama tidak jadi penghalang dan bisa berkolaborasi dengan siapa saja. Jika peran ini kita jalankan bersama FKUB Kabupaten Kota dan Provinsi saya kira Sulawesi Tengah betul-betul menjadi Sulteng Nambaso, aman, rukun dan toleran," pungkasnya.

Dalam rakor tersebut, laporan dan dinamika program kerja disampaikan langsung oleh para perwakilan pengurus kabupaten/kota, di antaranya Ketua FKUB Buol Muhammad Nur Korompot, Sekretaris FKUB Bangkep Zainudin Adam, Sekretaris FKUB Tolitoli Indar Daeng Silasa, pengurus FKUB Banggai Zulfan Kadim, pengurus FKUB Morowali Nanang, Ketua FKUB Poso Faried Awad, Sekretaris FKUB Sigi Aspir, pengurus FKUB Parimo Jasirus Panjaitan, Ketua FKUB Balut Syarif Asgar Udaa, serta Ketua FKUB Morut Sukriyadi.

Menanggapi laporan tersebut, Sekretaris Umum FKUB Sulteng, Dr. H. Muhammad Munif Godal, M.A., mengakui bahwa kendala anggaran memang sempat menghambat beberapa rencana program.

Namun, akademisi senior UIN Datokarama Palu ini mengajak seluruh pengurus untuk tetap optimis menyongsong tahun anggaran berikutnya.

"Kerja-kerja keras kita semua insyaallah membuahkan hasil positif bagi kerukunan di Sulawesi Tengah. Kita sama-sama optimis di tahun 2027 anggaran ini tidak lagi menjadi kendala kita dalam menjalankan program kerja," tutup Dr. Munif Godal.**

Komentar
Tinggalkan Komentar
Berita Terkait