FKUB SULTENG

FKUB Sulteng Salurkan Kurban Tiga Ekor Sapi, Berasal dari Pengurus dan Tokoh Peduli Kerukunan Umat Beragama

28 May 2026 • safrudin
👁 4 • 💬 0

Sapi kurban FKUB Sulteng disalurkan kepada warga lintas agama yang membutuhkan

FKUB SULTENG – Pemandangan menyejukkan terlihat di halaman Sekretariat Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Sulawesi Tengah, Kamis 28 Mei 2026 pagi. Di bawah komando Prof. Dr. KH. Zainal Abidin, M.Ag, lembaga wadah berkumpulnya para tokoh lintas agama ini sukses menyalurkan tiga ekor sapi kurban untuk masyarakat pada momentum Hari Raya Idul Adha.

Istimewanya, prosesi penyembelihan hewan kurban ini juga turut dihadiri Kepala Kesbangpol Sulteng, Dr. Rachman Ansyari, M.Pd, kolega pengurus FKUB Sulteng, Wijaya Chandra (Ko Awi) dan Ito Law Putra. 

Hal lain yang mencuri perhatian pada perayaan idul adha di internal FKUB Sulteng ialah latar belakang para pekurban. 

Langkah FKUB menyalurkan daging kurban tahun ini disokong penuh oleh sinergi yang luar biasa antara pengurus internal FKUB Sulteng dengan para tokoh non muslim yang peduli kerukunan umat beragama yakni anggota DPR RI, Matindas J. Rumambi, serta Hendrik G Lyanto atau Ko Aceo yang juga Owner Swissbell Ekspress. 

Menyaksikan langsung prosesi pemotongan hewan kurban tersebut, Prof. Zainal Abidin tidak dapat menyembunyikan rasa bangganya atas kekompakan pengurus FKUB Sulteng. Ulama kharismatik ini menyebut kerja sama lintas keyakinan dalam perayaan Idul Adha ini sebagai potret ideal bagaimana agama seharusnya berfungsi menjadi perekat sosial, bukan pemisah.

"Saya kira ini sebagai bagian dari nilai-nilai kemanusiaan yang universal. Di mana kebaikan dan kepedulian sosial tidak lagi disekat oleh perbedaan keyakinan. Kita bersinergi dalam momen keagamaan Islam, ini adalah pesan kuat bahwa toleransi di Sulawesi Tengah berjalan sangat baik," ujar Prof. Zainal. 

Guru Besar UIN Datokarama Palu ini menambahkan, kehadiran hewan kurban dari tokoh-tokoh non-Muslim ini menegaskan bahwa setiap agama selalu memiliki titik temu dalam urusan kemanusiaan. Sikap rela berbagi, peduli pada sesama yang kekurangan, dan keinginan untuk melihat orang lain bahagia adalah bahasa universal yang dipahami oleh semua pemeluk agama.

Lebih lanjut, tokoh moderasi beragama nasional ini mengaitkan esensi kurban dengan kehidupan kebangsaan. 

Menurutnya, partisipasi aktif para tokoh lintas iman ini menjadi simbol kerelaan untuk meruntuhkan sekat agama. 

"Ini sebagai bukti bahwa kita semua telah berhasil menyembelih ego kelompok masing-masing demi merajut persaudaraan yang lebih kokoh. Kurban mengajarkan kita untuk peduli, dan hari ini tokoh-tokoh kita yang non muslim menunjukkan itu. Mereka ikut serta memberikan kebahagiaan kepada sesama," ungkap Rais Syuriyah PBNU tersebut.

FKUB Sulteng memastikan bahwa distribusi paket daging kurban ini nantinya tidak hanya menyasar umat muslim yang merayakan, melainkan juga menyentuh masyarakat dari berbagai latar belakang agama yang membutuhkan. 

"Daging kurban ini disalurkan ke panti-panti asuhan islam dan kawan-kawan kita selain islam. Kita ingin kebahagiaan idul adha ini dapat dirasakan oleh semua umat beragama, tidak hanya islam. Tapi kawan-kawan kita Kristen, Katolik, Hindu, dan Budha juga merasakan kebahagiaan yang sama seperti yang dirasakan saudaranya yang beragama islam pada momen idul adha ini," kata Prof Zainal. 

Ini menjadi jawaban nyata atas riset terbaru Universitas Indonesia yang menempatkan Sulawesi Tengah sebagai daerah dengan Indeks Kerukunan Umat Beragama (IKUB) kategori tinggi. Melalui keteladanan yang ditunjukkan oleh para tokohnya, harmoni di Bumi Tadulako terbukti dirawat dengan hati, memastikan daerah ini tetap aman, rukun, damai, dan penuh dengan keberkahan menuju Sulteng Nambaso.***

Komentar
Tinggalkan Komentar
Berita Terkait