Rapat Staf Khusus Menteri Agama bersama FKUB Sulteng dan FKUB Banggai Laut membahas rencana kemah lintas iman internasional yang bakal dilaksanakan di Banggai Laut.
Kolaborasi Kemenag, FKUB Sulteng dan FKUB Banggai Laut Bakal Laksanakan Kemah Lintas Iman Internasional 2026 di Banggai Laut
PALU, FKUB SULTENG - Kolaborasi antara Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB) Kemenag RI dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Sulteng bakal melahirkan suatu program yang luar biasa inspiratif.
Kegiatan yang direncanakan digelar tahun 2026 ini sedang dimatangkan persiapannya sehingga benar-benar melahirkan hasil yang baik dan optimal.
Staf Khusus Menteri Agama, Gugun Gumilar menyebut Kementerian Agama (Kemenag) mendukung dan bakal memberikan support untuk kegiatan ini.
Gugun menjelaskan jika kegiatan ini menjadi tindak lanjut dari pertemuan tokoh lintas agama seSulteng yang sebelumnya dilaksanakan PKUB Kemenag RI dan FKUB Sulteng di Swissbel Hotel pada Senin, 1 Desember 2025.
"Konsepnya Pak Menteri Agama, ekoteologi berbasis lingkungan. Kita mendukung visi misi Presiden Prabowo. Menteri Agama fokus ke isu lingkungan. Kita akan laksanakan international interfaith camp, kemping lintas agama internasional," kata Gugun dalam rapat perdana, bersama FKUB Sulteng dan FKUB Banggai Laut, Minggu malam 7 Desember 2025.
Gugun menyebut kegiatan ini akan mendapatkan eksposur media internasional dari Prancis dengan seluruh jaringannya sehingga sangat baik juga jika dimanfaatkan sebagai ajang promosi bagi daerah Provinsi Sulawesi Tengah dan Banggai Laut sebagai tuan rumah kegiatan.
Bahkan, Gugun juga menjanjikan berencana mendatangkan kedutaan-kedutaan besar negara untuk hadir dalam kegiatan ini.
Secara konsep awal, kegiatannya kata Gugun baiknya dilaksanakan dengan berkemah di lingkungan terbuka sehingga selain membangun harmonisasi dan hubungan baik antar umat beragama juga sejalan dengan fokus Menteri Agama yang konsern memerhatikan isu lingkungan.
Teknis-teknis program dan kegiatan selama kemah nantinya lanjut Gugun bakal dikonsep lebih detil sehingga bermanfaat dan bermakna bagi semua yang terlibat.
"Bakal seru pokoknya. Akselerasinya di daerah bisa dimulai dari sekarang. Kementarian Agama bakal support juga," pesan Gugun agar pelaksana mulai menjalin komunikasi dengan Pemerintah Daerah.
Sekretaris FKUB Sulteng, Dr. H. Muh Munif Godal, MA menyampaikan jika Ketua FKUB Sulteng, Prof. Dr. KH. Zainal Abidin, M.Ag dan seluruh jajaran FKUB Sulteng mendukung dan menyambut positif dipilihnya Sulteng sebagai tuan rumah kemah lintas agama dengan skala internasional ini.
Dr. Munif menyampaikan di bawah kepemimpinan Prof Zainal sebagai Ketua FKUB Sulteng, kegiatan serupa ini pernah dilaksanakan dengan sukses oleh FKUB Sulteng meskipun skalanya belum sampai internasional.
Sehingga ini menjadi modal awal optimisme kegiatan dengan skala yang lebih besar dapat dilaksanakan dengan baik.
Di hadapan Staf Khusus Menag, Dr Munif Godal menjelaskan beberapa program yang dilaksanakan dalam kemah lintas iman yang pernah dilakukan FKUB Sulteng.
Di antaranya penguatan materi-materi kerukunan lintas agama, bakti sosial, kunjungan ke masjid dan gereja melakukan penanaman pohon, dan beragam kegiatan positif lainnya.
"Kami senang dan bangga, Gus Gugun telah hadir dan menyampaikan langsung kepada Ketua FKUB Banggai Laut sebagai tuan rumah dan FKUB Provinsi Sulawesi Tengah," kata alumnus Universitas Al Azhar Kairo itu.
Kegiatan ini juga dihadiri Ketua FKUB Banggai Laut, Muhamad Syarif Asgar A. Uda'a, S.H dan jajarannya.
Dalam kesempatan itu, Muhamad Syarif menyatakan kesiapannya menjadi tuan rumah kemah lintas iman internasinal.
Terlebih kata Muhamad Syarif, Bupati Banggai Laut, Sofyan Kaepa SH M Si sangat mendukung kegiatan dengan skala sebesar ini.
Berkat dukungan dari Pemerintah Daerah Banggai Laut itu, pihaknya kata Muhamad Syarif telah mengunjungi lokasi yang potensial untuk menjadi lokasi kegiatan yakni Pantai Kelapa 5.
Tempat ini merupakan salah satu destinasi wisata unggulan di Banggai Laut dan pernah menjadi lokasi kegiatan dengan skala nasional.
"Tempat ini sangat representatif. Namanya Pantai Kelapa 5. Di tempat ini, hampir 100 persen teman-teman kita yang non muslim. Dan itu pantainya pasirnya seperti tepung, putih bersih. Dan memang tempat itu jadi wisata andalan," jelas Muhamad Syarif. ***